Sabtu, 21 April 2012

JAKARTA KALA ITU

JAKARTA KALA ITU
I
Masih lekat diingatan
Dekat Tugu Pancoran,
Kita jalan beriringan
Bertukar rindu
Yang lama membeku
Rindu itu seketika mencair,
Membanjiri jalanan ibu kota
Aspal lembek pun hancur
Aku tak peduli
masa bodoh orang lain

II
Jakarta kala itu
Di sepanjang gang tikus
Masa depan mulai dipertanyakan
Genangan air di aspal seketika mendidih
Berubah jadi darah
Merah dan pekat
Mematikan semua yang mengapung
Lalu kulepas genggaman tangannya.


SAJAK SECANGKIR KOPI

Selalu ada cerita di secangkir kopi,
Seperti berbagi penderitaan dengan malam
Yang menjadikan pelacur-pelacur kota berkeliaran
Demi hidup lebih lama.

Selalu ada cerita di secangkir kopi
Seperti manis senyummu
Yang membuat siang malu menyapa sore
Dan senja urung muncul.

Dua anak babi kebingungan
Mereka mencari nabi penyelamat kota
Babi bodoh, busuk!
Dunia ini butuh kopi bukan nabi.

Semuanya ada di secangkir kopi
Di setiap tegukan ada pahit dan manisnya kehidupan
Dan hanya dengan secangkir kopi
Aku bisa menjumpai hatimu.