I
Masih lekat diingatan
Dekat Tugu Pancoran,
Kita jalan beriringan
Bertukar rindu
Yang lama membeku
Rindu itu seketika mencair,
Membanjiri jalanan ibu kota
Aspal lembek pun hancur
Aku tak peduli
masa bodoh orang lain
II
Jakarta kala itu
Di sepanjang gang tikus
Masa depan mulai
dipertanyakan
Genangan air di aspal seketika
mendidih
Berubah jadi darah
Merah dan pekat
Mematikan semua yang
mengapung
Lalu kulepas genggaman
tangannya.
