Tak jarang kuciptakan puisi
untukmu Eleanor
Hanya dengan puisi ini aku
merasa kau di genggamanku
Eleanor…kenapa kau pergi.
Aku ingin mencumbumu
Merasakan getir itu sekali lagi
Kau cerminan kejayaan perawan suci
Maria Magdalena
Kau Ratu bagi lelaki bengis dan
tolol
Kesakitanku adalah racun bagi seluruh
rakyat
Eleanor…aku menderita.
Ini Paskah kedua setelah kepergianmu
Dan aku masih terus berpuisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar